
Di tahun 1962, empat orang musisi muda
tampil untuk audisi rekaman di hadapan para eksekutif Decca Recording
Company. Para eksekutif tidak terkesan dengan musik mereka. Saat
menyuruh kelompok musisi ini pergi, salah satu eksekutif berkata, “Kami
tidak suka suara mereka. Suara gitarnya tidak harmonis.” Kelompok musik
yang ditolak ini bernama The Beatles.

Di tahun 1944, Emmeline Snively,
direktur Blue Book Modeling Agency menasihati Norma Jean Baker, “Kamu
lebih baik belajar pekerjaan kesekretariatan atau menikah sajalah.”
Norma bertahan dan kemudian ia menjadi Marilyn Monroe.

Di tahun 1954, Jimmy Denny manajer Grand
Ole Opray, memecat seorang penyanyi setelah sekali tampil. Ia
menasihati penyanyi tersebut , “Kamu tidak akan beranjak kemana-mana
nak, kamu lebih baik kembali mengemudikan truk.” Penyanyi itu bertahan
dan kemudian menjadi Elvis Presley.

Ketika Alexander Graham Bell menemukan
telepon di tahun 1876, penemuannya ini tidak memperoleh penyandang dana
potensial untuk pengembangannya. Setelah melakukan demonstrasi dengan
penemuannya itu, Presiden Rutherford Hayes berkata, “Itu adalah penemuan
yang mengagumkan, tetapi siapa sebelumnya yang pernah ingin melihat
salah satu penemuan-penemuan itu?”

Ketika Thomas Edison menemukan lampu
listrik, ia telah melakukan lebih dari 2000 percobaan sebelum akhirnya
ia berhasil menyalakan lampu listriknya. Seorang reporter muda bertanya
bagaimana rasanya gagal begitu banyak. Thomas Edison menjawab, “Aku
tidak pernah gagal. Aku akhirnya menemukan lampu listrik setelah
melewati suatu proses degan 2000 langkah.”

Di tahun 1940-an, penemu muda lainnya
bernama Chester Carlson, membawa idenya kepada 20 perusahaan, termasuk
beberapa perusahaan besar di negaranya. Mereka menolak semua idenya. Di
tahun 1947, setelah tujuh tahun penolakan, ia akhirnya mendapatkan
sebuah perusahaan kecil di Rochester, NY, The Haloid Company, yang
bersedia membeli hak atas penemuannya – yaitu proses mengkopi kertas
secara elektrostatis (mesin foto kopi). Haloid kemudian menjadi Xerox Corporation.

Seorang gadis kecil, anak ke 20 dari 22
bersaudara, dilahirkan prematur dan daya tahan hidupnya diragukan.
Ketika ia berusia 4 tahun, a mengidap pneumonia dan demam, yang embuat
kaki kirinya lumpuh. Di usia 9 tahun, ia melepas penyangga kaki yang
selama ini dikenakannya dan ia mulai berjalan tanpa penyangga kaki.
Menjelang usia 13 tahun ia bisa berjalan secara ritmik, yang dokter
katakan sebagai keajaiban. Di tahun yang sama, ia memutuskan untuk
menjadi seorang pelari. Ia ikut lomba lari dan sampai garis finish paling
akhir. Selama beberapa tahun berikutnya ia mengikuti setiap lomba lari
dan ia selalu masuk garis finish paing akhir. Setiap orang
menyuruhnya,tetapi ia terus berlari. Suatu hari ia akhirnya memenangkan
sebuah lomba lari; menang dan menang lagi. Sejak itu ia memenangkan
setiap lomba yang diikutinya. Akhirnya gadis kecil ini, Wilma Rudolph,
memenangkan tiga medali emas olimpiade.

Seorang guru memarahi seorang murid
laki-laki karena tidak memerhatikan pelajaran matematika dan tidak bisa
menyelesaikan soal-soal yang mudah. Guru ini memberinya nasihat bahwa ia
tidak akan bisa menjadi seseorang dalam kehidupan ini. Anak laki-laki
itu adalah Albert Einstein.

Pada tahun 1972, seorang pemuda
melanjutkan pendidikannya di Reed College, Portland-Oregon. Namun, dua
tahun kemudian dia terpaksa harus dikeluarkan. Pemuda ini yang kita
kenal sebagai sosok genius pendiri Apple, Steve Jobs yang menghembuskan
napas terakhirnya kemarin, 5 Oktober 2011. Dan dunia kembali kehilangan salah satu inovator terbaiknya..
“Apel itu diumpamakan ilmu pengetahuan,
Gigitannya simbol kalau manusia tidak bisa memakan semua ilmu,
tapi hanya bisa sedikit saja”
Gigitannya simbol kalau manusia tidak bisa memakan semua ilmu,
tapi hanya bisa sedikit saja”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar